Jacob Ford tengah melawan peraturan di Spalding Grammar School, Lincolnshire, Inggris yang melarang murid membawa tas ke pelajaran. Peraturan tersebut dibikin oleh pihak sekolah untuk menjaga kesehatan siswa dan mencegah cedera. Ia membawa buku-bukunya di dalam microwave.
Rupanya, peraturan itu awalnya diperuntukkan untuk siswa kelas 6 sampai 11 untuk tak membawa tas yang besar dan berat karena dapat menyebabkan cedera. Peraturan tersebut kemudian diperluas hingga ke tingkat SMA dan meminta siswanya membawa buku dengan tangan.
BANDARQ - Sebagai bentuk protes karena dianggap peraturan tersebut konyol, Jacob pun punya cara unik. Siswa berusia 17 tahun ini memasukkan barang-barang sekolahnya di keranjang rotan bahkan mircrowave dan membawanya ke sekolah.
"Alasan mereka selalu saja demi kesehatan dan keselamatan. Apakah solusi terbaik benar-benar untuk melarang ransel? Tentunya kompromi bisa dibuat," ungkap Jacob seperti dikutip dari Mirror UK.
Menurutnya, larangan tas ransel mengarah ke pertanyaan apakah sekolah sedang mencoba untuk membuatnya memiliki perkembangan fisik yang lebih buruk, karena menyarankan mereka tak menggunakan tas jenis ini. Protes yang dilakukan Jacob itu pun membuatnya di skors dari sekolah selama dua hari.
Sementara itu, ibu Jacob mengungkapkan kebanggaannya pada sang anak karena berani menyampaikan pendapat. "Saya pikir protes Jacob sangat damai, dan saya percaya pada kebebasan berbicara. Jadi saya sangat bangga padanya karena berdiri untuk sesuatu yang ia yakini," ungkap Tracy Ford, ibu Jacob.
Contact Us :
Pin BBM : tiket99
WA : +855966348165
LINE : Tiketqq
YM : cstiketqq@yahoo.com
WECHAT : Tiketqq
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2390087/original/060467900_1540262539-16e0e8265bcdc4c2c465b9fdc07a0070.jpg)


Komentar
Posting Komentar